Berita Forex

Dolar Bull Kembali Menguasai: USD/JPY Melonjak Lewati 162 saat Pasar Menanti Risalah Fed

USD/JPY forecast July 2026 dollar bulls forex market analysis

Dolar AS kembali memegang kendali minggu ini, menghilangkan laporan Non-Farm Payrolls yang mengecewakan Kamis lalu untuk naik secara luas. Pergerakan paling menonjol adalah USD/JPY, yang telah melonjak kembali di atas level 162.00 saat para trader menilai kembali jalur suku bunga Federal Reserve dan keengganan Jepang untuk melakukan intervensi di pasar mata uang.

Dolar Kembali Menguat Setelah Penurunan Singkat NFP

Laporan ketenagakerjaan AS minggu lalu meleset dari ekspektasi, memicu aksi jual dolar yang tajam namun singkat. Sejak itu, dolar telah memulihkan semua kerugian tersebut dan lebih, dengan Indeks Dolar (DXY) naik kembali menuju level tertinggi 13 bulan. Kesimpulan utama dari data NFP adalah bahwa meskipun meredam ekspektasi beberapa kali kenaikan suku bunga Fed tahun ini, data tersebut sama sekali tidak cukup lemah untuk membenarkan penetapan harga pemotongan suku bunga yang agresif.

Pasar telah mengurangi ekspektasi hawkish, tetapi narasi dasarnya tetap utuh: ekonomi AS masih mengungguli negara-negara lain, dan Fed di bawah Ketua Kevin Warsh mempertahankan sikap yang bergantung pada data tetapi secara umum hawkish. Dengan harga minyak yang melonjak dalam sesi-sesi terakhir, prospek inflasi menjadi lebih rumit, berpotensi membuat Fed tetap bias pengetatan lebih lama.

USD/JPY: Kembali di Atas 162 saat Jepang Menahan Diri

Yen terus menjadi mata rantai terlemah di antara mata uang utama. USD/JPY telah naik kembali di atas 162.00 setelah sempat turun di bawah 160.50 pada hari Jumat di tengah spekulasi bahwa otoritas Jepang akan menggunakan sesi yang sepi karena liburan untuk melakukan intervensi. Intervensi itu tidak pernah terjadi, dan para trader dengan cepat membangun kembali posisi beli dolar.

Kementerian Keuangan Jepang telah mengeluarkan peringatan lisan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa intervensi saja jarang memberikan kekuatan yen yang bertahan lama. Tanpa pergeseran yang meyakinkan dalam sikap kebijakan Bank of Japan — khususnya, kenaikan suku bunga yang agresif dan panduan ke depan yang lebih kuat — setiap kenaikan yen yang didorong oleh intervensi kemungkinan hanya bersifat sementara. Latar belakang makro terus mendukung kenaikan USD/JPY lebih lanjut, dengan resistensi teknis sekarang di 163.00 dan 164.00.

Peristiwa Penting Minggu Ini: ISM Services dan Risalah FOMC

Para trader kini fokus pada dua peristiwa besar. ISM Services PMI (diperkirakan 54.2 vs. 54.5 sebelumnya) akan memberikan pembaruan penting tentang kesehatan ekonomi AS. Hasil yang jauh di atas atau di bawah ekspektasi dapat mengubah ekspektasi suku bunga. Kemudian minggu ini, risalah rapat FOMC Juni akan memberikan wawasan tentang apakah nada hawkish Warsh mencerminkan konsensus komite yang luas atau ada kekhawatiran yang muncul tentang momentum ekonomi.

Kecuali risalah mengungkapkan kecenderungan yang lebih dovish daripada yang diantisipasi pasar saat ini, perbedaan suku bunga akan terus mendukung dolar terhadap yen dan mata uang berimbal hasil rendah lainnya.

Lonjakan Minyak Mengaburkan Prospek

Kenaikan harga minyak telah muncul sebagai faktor liar baru. Lonjakan minyak mentah baru-baru ini mengancam untuk menjaga inflasi tetap tinggi, mempersulit jalur Fed dan berpotensi menunda setiap perubahan menuju pemotongan suku bunga. Dinamika ini telah berdampak pada GBP/USD, di mana dolar telah mendapatkan kembali keunggulan, dan membebani mata uang yang sensitif terhadap risiko secara luas.

Yang Harus Diperhatikan Trader

  • Support USD/JPY di 161.50-161.95 — penembusan di bawah zona ini akan menandakan pergeseran bearish
  • ISM Services PMI — penyimpangan dari konsensus 54.2 dapat memicu pergerakan dolar yang tajam
  • Risalah FOMC — setiap perbedaan pendapat dovish dalam komite akan negatif bagi dolar
  • Pergerakan harga minyak — kekuatan minyak mentah yang berlanjut menjaga ketakutan inflasi tetap hidup dan mendukung dolar

Bagi para trader yang ingin memposisikan diri, jalur dengan resistensi terendah pada USD/JPY tetap ke atas selama support 161.50 bertahan. Namun, dengan pasangan mata uang ini di level tertinggi beberapa dekade, manajemen risiko sangat penting — risiko intervensi, meskipun berkurang, belum sepenuhnya hilang.

Ikuti terus analisis pasar terbaru dan ulasan broker untuk menemukan kondisi trading terbaik untuk strategi forex Anda. Untuk analisis pasangan mata uang yang lebih mendalam, lihat ulasan IC Markets kami untuk spread kompetitif pada pasangan mata uang utama.

« Postingan Sebelumnya Strategi Trading Forex Terbaik Juli 2026 — Musiman, Emas & Level Kunci
Postingan Berikutnya » Bitcoin Bertahan di $63K saat Crypto Clarity Act Mendekati Pemungutan Suara Senat — Yang Perlu Diketahui Trader
Komentar

Tinggalkan Komentar

Berlangganan newsletter kami

Dapatkan berita Forex & Kripto terbaru di kotak masuk Anda.